Minggu, 01 Desember 2013

fungsi pemasaran


PAPER
PEMASARAN HASIL PERTANIAN
“ FUNGSI PEMASARAN ”

Description: Description: index.jpg

Disusun Oleh :

ARGA YONIX WITRASMA         (125040101111059)
MAYANG TRISDIANAWATI      (125040101111078)
CYNTHIA DESY SUKSESI           (125040101111079)
MOH FAIZUN A.W                         (125040101111081)
MOCHAMMAD ALIMI                 (125040101111106)


PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013



A.     PEMASARAN.

Istilah pemasaran seringkali diidentikkan dengan penjualan barang dan jasa. Persepsi demikian sangatlah keliru sebagai penjualan merupakan aktifitas terpenting dari pemasaran atau penjualan yang merupakan salah satu dari macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan oleh pihak yang memasarkan.
Kosep penjualan biasanya dipakai lebih agresif terhadap produk-produk yang tidak dipikirkan atau tidak dicari oleh pembeli (contoh; jasa asuransi). Sedangkan konsep pemasaran lebih ditekankan untuk mencapai tujuan perusahan tergantung pada penentuan kebutuhan, keinginan pasar sasaran dan pemberian kepuasan secara lebih efektif dan efisien daripada yang dilakukan oleh para pesaing. Kalau konsep penjualan sebaiknya jangan diterapkan pada organisasi nirlaba seperti partai politik, itulah perbedaannya.
Bagian pemasaran dalam suatu perusahaan atau organisasi bisnis merupakan bagian yang sangat vital, hal ini dilandasi oleh adanya fungsi-fungsi pemasaran yang dapat membantu perusahaan yang dapat mentransferkan produksi dari tangan produsen ke konsumen. Ada beberapa defenisi pemasaran yang dikemukakan oleh beberapa ahli.
William J. Stanton (Prinsip Pemasaran; 1988: 7), menurutnya pemasaran adalah suatu system total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa, baik kepada para konsumen saat ini maupun konsumen potensial.
Dari pemikiran di atas maka, pemasaran diartikan sebagai suatu kegiatan yang berusaha untuk menciptakan hubungan pertukaran antara produsen dan konsumen melalui pengembangan jenis produk, penetapan harga jual, penentuan saluran distribusi dan kegiatan promosi secara terpadu yang terkoordinir dengan tujuan memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan konsumen akan produk dan jasa tertentu pada waktu yang tepat di samping mempertahan konsumen yang ada dan menarik konsumen potensial.
Robert V. Mitehol (Winardi; 1991: 4) mengatakan bahwa pemasaran adalah usaha pembelian dan penjualan dan mencakup aktivitas komersial yang berhubungan dengan arus barang dan jasa antara produsen dan konsumen. Sedangkan The American Marketing Association Board Approves News Marketing Definition, mengemukakan “ Marketing is the process of planning and executing the conception, pricing, promotion and distribution of ideas, good and services to create excenges that satisfy individual and organitation objectives ”. yang artinya kurang lebih demikian, “ pemasaran adalah suatu proses dan pelaksanaan konsepsi , harga , promosi dan distribusi dari gagasan, barang maupun jasa yang dapat memuaskan sasaran baik secara pribadi maupun secara organisasi ”  (Marketing News; 1 Maret 1985).
Dari kedua defenisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pemasaran diartikan sebagai kegiatan pendistribusian barang dan jasa dari produsen ke konsumen, baik yang dilakukan oleh badan usaha (perusahaan) maupun perseorangan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang dilakukan, melalui suatu system kerja dan pengelolaan aktivitas pemasaran secara efektif dan efisien.
Berpola pada asumsi bahwa pemasaran merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, dan mendapatkan laba serta pengembangan perusahaan maka, setiap perusahaan harus mampu merebut setiap peluang pasar atau kesempatan usaha yang ada untuk memaksimalakn laba usaha. Hal ini dilakukan dengan mendayagunakan semua aktifitas pemasaran dan pemanfaatan seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan dalam kegiatan pemasaran untuk memnuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan konsumen sekaligus menarik konsumen potensial.
Untuk menciptakan harapan nyata berupa memaksimalkan laba lewat pemuasan konsumen, maka segala aktifitas pemasaran yang dilaksanakan perusahaan haru berpijak pada konsep pemasaran sebagai satu-satunya falsafah bisnis.
Ada beberapa unsur yang terkandung dalam konsep pemasaran ini antara lain:
1.         Kegiatan pemasaran selalu berorientasi pada konsumen atau pasar.
2.         Volume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan.
3. Seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasikan dan di integerasi secara organisasi.
Dalam praktek konsep pemasaran sebagai landasan atau filosofi bisnis, bukan merupakan satu-satunya alat untuk mengantisipasi segala kecenderungan tersebut dengan berpola pada kondisi berupa kelamahan dan keunggulan perusahaan serta peluang dan hambatan. Pengetahuan akan kelemahan dan keunggulan serta peluang dan ancaman/hambatan perusahaan, memudahkan manajer perusahaan untuk melakukan tindakan-tindakan dan kebijakan-kebijakan strategis yang tepat yang akan menguntungkan perusahaan.


B.     KONSEP-KONSEP INTI PEMASARAN.

1.      Kebutuhan.
Kebutuhan merupakan konsep pokok yang melandasi pemasaran. Menurut Kotler, kebutuhan merupakan suatu keadaan yang dirasakan tidak ada dalam diri seseorang atau dengan kata lain suatu keadaan merasa tidak memiliki kepuasan dasar tertentu. Kebutuhan bersifat sangat kompleks diantaranya; kebutuhan fisik pokok (sandang, pangan dan papan); kebutuhan social(keamanan, kasih sayang); kebuthan pribadi (pengetahuan dan ekpresi diri). Jadi dapat dikatakan kebutuhan tidak diciptakan oleh pemasar karena sudah merupakan kondisi manusiawi.
2.      Keinginan.
Keinginan merupakan kebutuhan manusia yang dibentuk oleh budaya dan kepribadian individu. Dengan berkembangnya masyarakat menyebabkan makin meluasnya keinginan masyarakat, karena masyarakat di perhadapkan pada objek yang semakin melimpah (barang dan jasa) yang membangkitkan minat serta hasrat mereka.
3.      Permintaan.
Manusia mempunyai keinginan yang hampir tidak terbatas namun, sumber daya mereka terbatas. Jadi kita memilih produk yang menghasilkan kepuasan tertinggi sesuai jumlah uang yang ada. Keinginan konsumen berubah menjadi permintaan serta didukung oleh daya beli, disini konsumen melihat produk berdasarkan unsur “manfaat” sesuai dengan kondisi keuangan mereka.
4.      Produk.
Produk merupakan sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat (konsumen) untuk dimiliki, digunakan atau pun dikonsumsi sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan. Produk yang ditawarkan tersebut meliputi barang fisik, jasa, orang atau pribadi, tempat, organisasi dan ide.
Produk secara konseptual meliputi Barang, Kemasan, Merek, Label, Pelayanan serta jaminan sehingga memberi suatu kepuasan bagi pelanggan.
5.      Pertukaran.
Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh suatu objek yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Pertukaran dapat dilakukan dalam berbagai bentuk dan syarat-syarat untuk terjadinya suatu pertukaran. Syaratnya yakni harus ada sedikitnya dua pihak, masing-masing pihak harus mempunyai sesuatu yang bernilai bagi pihak lainnya, masing-masing pihak bebas untuk menerima atau menolak tawaran pihak lainnya dan masing-masing pihak harus mampu berkomunikasi.Jadi pertukaran dapat dikatakan menjadi nadi kegiatan pemasaran.
6.      Transaksi.
Transaksi adalah perdagangan nilai antara dua pihak. Ada transaksi yang menggunakan uang dan ada yang tidak melibatkan uang (System Barter).
Dalam transaksi ini, proses komunikasi dapat dipahami yang mana pemasar/produsen merupakan komunikatornya dankomunikannya adalah konsumen. Produk menjadi pesannya, komunikasi pemasaran adalah medianya, feedbacknya adalahperilaku pembelian ulang atau loyalitas produk (system keluhan konsumen). Sedangkan noise terdiri dari produk yang cacat, kadaluarsa serta sulit didapat/terlambat sampai.
7.      Pasar.
Pasar adalah himpunan pembeli nyata dan pembeli potensial atas suatu produk. Menurut Philip Kotler, pasar adalah seluruh konsumen langganan potensial yang mempunyai kebutuhan dan keinginan tertentu yang ingin dan mampu dipenuhi dengan pertukaran sehingga dapat memuaskan kebuthan dan keinginan tertentu.

C.      FUNGSI-FUNGSI PEMASARAN
Menurut William J. Shultz, fungsi pemasaran merupakan kegiatan yang dilakukan dalam bisnis yang terlibat dalam menggerakkan barang dan jasa dari produsen sampai ke tangan konsumen. Dalam konsep fungsi pemasaran Sofjan Assauri (1987: 19) mengklasifikasikan fungsi-fungsi pemasaran atas tiga fungsi dasar yaitu; fungsi transaksi/transfer meliputi : pembelian dan penjualan; fungsi supply fisik (pengangkutan dan penggudangan atau penyimpanan); dan fungsi penunjang (penjagaan, standarisasi dan grading, financing, penanggungan resiko dan informasi pasar).
Adapun fungsi-fungsi pemasaran yang disoroti dalam tulisan ini adalah :
1.     Pembelian (Buying)
Ialah fungsi yang mengikuti aktivitas-aktivitas mencari dan mengumpulkan barang-barang yang di perlukan sebagai persediaan memenuhi kebutuhan konsumen. Fungsi ini pada dasarnya merupakan proses atau kegiatan mencari penjual dan merupakan tibal balik dari kegiatan penjualan (Selling). Untuk itu maka, sangat perlu dipahami kegiatan apa saja yang dapat mengakibatkan orang melakukan pembelian.
2.     Penjualan (Selling)
Mencakup aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk mencari calon pembeli produk yang ditawarkan dengan harapan dapat menguntungkan. Kegiatan penjualan merupakan lawan dari pembelian. Buying tidak akan terjadi tanpa selling demikian pun sebaliknya.
3.     Transportasi
Adalah proses pendistribusian atau pemindahan barang dari suatu tempat ke tempat yang lain.
4.     Penggudangan/ penyimpanan
Ialah fungsi penyimpanan produk yang dibeli sebagai persediaan agar terhindar dari resiko kerusakan maupun resiko lainnya.
5.     Informasi Pasar
Poin ini merupakan fungsi pemasaran yang luas dan penting, karena fungsi ini memberikan informasi tentang situasiperdagangan pada umumnya yang berhubungan dengan produk, harga yang inginkan konsumen dan situasi pasar secara menyeluruh. Menurut Sofjan Assauri (1987: 303) yang dimaksudkan dengan informasi adalah keterangan baik berupa data atau fakta maupun hasil analisa, pertimbangan atau pandangan dari yang menyampaikan mengenai kondisi yang berkaitan dengan kebutuhan dalam pengambilan keputusan.




DAFTAR PUSTAKA

*sumber : dinanovia.lecture.ub.ac.id/files/2010/05/modul-5.doc

Senin, 19 November 2012

Cerpen


Nama              : Moh. Faizun A.W
Nim                 : 125040101111081
Kelas                : I

Salam dulu ya biar afdol.. Assalamualaikum Wr.Wb. Awal mula gue cerita ini yaitu pada saat gue pulang kuliah, waktu itu gue pulangnya agak malem shi, gue baru keluar dari kelas jam 10.00 pagi, ehh maksud saya jam 10.00 malam. Karena gue kecapean, gue langsung OTW menuju parkiran tempat gue memarkir motor gue. Pas gue sampai ditempat parkir gue langsung mencari motor kesayangan gue, gue udah seperti pelari maraton yang profesional aja, memutari tempat parkir yang menurut gue, ya lumayan besar bisa dibandingin seperti setadion GBK di jakarta. Kira-kira gue udah sekitar 5 menitan mondar-mandir, keliling kesana kemari nyariin motor gue. Ehhhh saya baru sadar lok sebenernya gue tadi berangkat kekampus naek sepeda bukan motor hehehe. Ini mungkin terjadi karena satu hal, yaitu karena efek dari makanan yang gue makan dengan teman gue sabit tadi sore.

Sabit    : Bro mau makan gak .. ??
Gue      : Makan apa bro.. ??
Sabit    : Makan cewek bro J.. !! weka weka“ sambil ketawa ”
Gue      : Haaaaah C*K ,,
Sabit    : weka weka ( wkwkw ). I’m S S S F “ dengan muka yang sangat melas ”
Gue      : OK,, OK

Gue tau nama paggilan temen gue memang agak aneh sihh, banyak orang yang salah faham mengenai nama teman gue yang ini, mereka mengira sabit itu adalah nama alat yang digunakan oleh petani. Memang si nama temen gue memang agak super gaul, tetapi dia adalah teman yang gue sayangi, tapi jangan salah faham dulu. Gue menyayangi dia sebagai teman, teman seperjuangan gue dalam kuliah, sekaligus dalam permainan PES haha. Setelah gue menemukan kekasih gue, maksud gue sepeda gue, gue langsung bergegas menuju SARDO.

Gue       : Bro pulang duluan ...
Ghabe   : Ok bro TTDJ “hati-hati di jalan”
Gue       : Ok Ok brow ...
Ghabe   : Jangan lupa mampir kekosant gue lantai 3 ya bro hehe J ... “ketawa dengan muka yang agak aneh”
Gue       : Ok Ok lok sempet haha J... “ dengan senyuman manis gue hehe”

Sardo itu memang sebuah swalayan yang bagus, memiliki 3 lantai dan tempat parkir yang sangatlah sempit. Tetapi kos-kosan gue bukan disardonya, apalagi dilantai 2 tempat pakain gak mungkin buuangeet, tetapi masih masuk kedalam gang.

Setelah gue menelusuri gang yang sangat ramai, karna saking ramainya sampai-sampai gak ada satupun orang disamping jalan. Karna sepinya itu sampai-sampai hantu ajah takut lewat gang gue hehe,, Cuma para benciz yang biasanya mangkal digang gue. Setelah 15 menit gue akhirnya nyampek dikos-kosan tercinta gue. Kamar gue gak begitu mewah-mewah banget shi. Dengan ukuran 2,5 x 3,0 meter, beratap, berdinding, dan berlantai inilah gue meratapi hari-hari indah gue. Mungkin karena batrai ditubuh gue yang sudah mulai lobet gue langsung bergegas menuju kamar gue. Pada saat gue mau masuk kedalam kamar, gue kaget,, kaget setengah hat lagii hehe, karna gue takut mati jadi kagetnya kaget setengah hati ajah yach bukan setengah mati hehe. Terdengar suara yang memanggil nama gue, gue merinding mendengarnya, apa lagi ini malam juma’t manis dan letak kamar gue yang berada dilantai 2. Gue mulai berfikir log manggil gue itu gendruo (hantu). Dengan rasa sangat ketakutan dan bulu mata saya yang berdiri, echh maksud gue bulu kuduk gue yang mulai berdiri, gue mencoba dengerin suara yang manggil nama gue dengan lebih meresapi dan gue  muai mencari dari mana asal-usul suara tersebut.

Ech ternyata dan ternyata suara yang memanggil gue tadi itu gendruo cantik hehe, maksud gue adalah anak ibu kos gue yang cantik buanget, imut gimana githu, pokoknya gemesin wes,, yudah yah gak usah dibahas hehe, lanjut.. muka gue yang tadinya tegang dan berkeringat sekarang berubah menjadi girang, senyam-senyum gak karuan githu..

Anak ibu kos      : Udah pulang..??
Gue                    : Ia .. J “dengan raut wajah yang gue manis-manisin”
Anak ibu kos    : Ini tadi ibu nitipin ini ke aku, katanya nasi ketring ini buat kamu.. “dengan muka  yang manis buanget,,”
Gue                    : ia, makasi.. J “wajah gue berubah menjadi tesimpuh malu githu”

Setelah dapet gue langsung saja masuk kedalam kamar dan menyantap nasi tersebut. Emang lok rezeki gak kemana, apalagi lok ngeliat wajah gue, YAH bisa dibilang manis, meskipu cuma manis dikit sich wkwkwk pasti semua orang gak akan tega ngeliat gue. Setelah gue selesai makan gue langsung gak banyak fikir panjang gue langsung pergi menaiki kapal laut menuju negeri awan, lok gak ada yang tau maksud perkataan gue sabar ya, anggap ajach gue tidur githu. Sekian cerita dari gue, gue mohon maaf jika cerita gue membuat yang baca ketawa ataupun tersenyum. J

Selasa, 11 September 2012

Ekologi Pertanian



Nama               : Moh. Faizun A.W
Kelas               : I
NIM                : 125040101111081


Berkompetisi dengan pertanian modern di masa depan

Kita semua pasti telah mengetahui bahwa Indonesia adalah negara eksotis yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah dan bedaya tradisi masyarakat yang sangat menghormati alam dengan mengolah lahan tanpa merusak dari sistim keseimbangan alam itu sendiri. Tidak heran kalau sejak dulu kita dikenal sebagai negeri agraris dan hal itu juga menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat. Sejak dulu masyarakat kita telah menggantungkan hidupnya pada lahan pertanian dan menjadikan petani sebagai profesi turun temurun.

Namun saat ini semuanya telah berubah dengan seiringnya berkembangnya jaman. Semua alat yang digunakan sudah berubah, yang tadinya mengolah lahan dengan menggunakan bantuan hewan sekarang menggunakan bantuan mesin, dan sumber daya manusianya sudah mulai tinggi.

Kini sudah saatnya dibentuk sebuah grand strategy yang memuat target dan sasaran yang menjadi kesepakatan dan acuan semua pihak di negara ini dalam pembangunan pertanian berbasis para petani ini. Petani sebagai ujung tombak pertanian Indonesia harus segera bermetamorfosa menjadi petani yang modern dan professional agar dapat mengolah kekayaan alam ini secara maksimal sehingga pada akhirnya mampu bersaing dengan negara-negara penghasil pertanian lainnya.

Strategi utama untuk membangun petani yang modern dan profesional adalah dengan penguatan ekonomi petani dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program ini mutlak diperlukan agar mereka dapat diberdayakan dan bukan diperdaya oleh pasar dan para mafia ekonomi. Menurut Muhammad Yunus , orang-orang miskin (para petani) itu cerdas, yang mereka butuhkan hanya akses dan lingkungan yang memungkinkan kreativitasnya berkembang.

Langkah pertama dalam penguatan ekonomi petani ini yaitu dengan menambah akselerasi penguatan ekonomi petani, namun program ini perlu ditambah dengan penyediaan/perbaikan infrastruktur termasuk perbaikan sistem perbenihan/perbibitan, penanganan pembiayaan pertanian, dan fasilitasi pemasaran hasil pertanian.

Sementara itu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, hal yang perlu dilakukan adalah perbaikan sistim penyuluhan dan penguatan kelembagaan petani. Kita harusnya mencontoh dari negara Australia yang industri maju berbasis pertanian. Beberapa komoditas andalan ekspor mereka diantaranya adalah Apel, Jeruk, Gandum, Strawberry, Sapi dan Domba. Pengembangan pertanian negeri kangguru ini sangat kuat dan ditopang dengan penelitian serta penyuluhan pertanian profesional.

Petani yang telah berhasil memperlihatkan diri sebagai petani modern yang profesional akan lebih mampu mengolah sumber daya alam secara optimal. Meningkatnya pendapatan dan pengetahuan petani akan berdampak pula pada peningkatan gairah produksi pertanian nasional.

http://gerbangtani.wordpress.com/


Senin, 10 September 2012

Sosiologi Pertanian


Nama               : Moh. Faizun A.W
Kelas               : I
NIM                : 125040101111081

1.      Mengapa manusia membentuk keluarga ?
·         Karena menurut ajaran agama islam, dengan kita berkeluarga, berarti kita telah melengkapi separuh dari agama kita.
·         Karena alasan biologis dan untuk memperbanyak keturunan, karena dengan mereka berkeluarga, mereka dapat menyalurkan hasrat seksnya (tanpa takut terkena dosa dan penykit),  dan untuk mendapatkan keturunan dari hasil pernikahan tersebut, yang akan meneruskan sejarah kehidupannya, serta melanjutkan cita – cita orang tua merekanya yang belum tercapai.
·         Karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat menjalani kehidupan ini sendiri dan harus berinteraksi dengan manusia yang lainnya.

2.      Mengapa manusia dulu menyembah dewa ?
·         Karena pada jaman dahulu manusia meyakini bahwa ada kekuatan lain di luar diri mereka. Kemudian mereka berusaha mendekatkan diri dengan kekuatan tersebut dengan berbagai cara seperti dengan mengadakan berbagai upacara pemujaan, pemberian sesaji dan lain sebagainya. Adapun sistem kepercayaannya antara lain :
·         Animisme (percaya terhadap roh yang mendiami semua benda)
·         Dinamisme (percaya adanya kekuatan di dalam benda mati)
·         Totenisme (kepercayaan bahwa hewan – hewan tertentu dianggap suci)

3.      Mengapa sejumlah orang melanggar norma – norma ?
·         Karena pengaruh lingkungan, lingkungan yang positif akan menimbulkan hal – hal yang positif, sebaliknya lingkungan yang negatif akan menimbulkan seseorang melanggar norma – norma yang ada.
·         Persoalan ekonomi yang tidak dapat terpenuhi dapat mengakibatkan kita melanggar norma – norma.
·         Suasana keluaraga yang tidak harmonis juga dapat mengakibatkan kita melanggar norma – norma.
·         Perubahan jaman, perkembangan tekhnologi juga dapat mengakibatkan kita melanggar norma – norma yang telah ditetapkan.

4.      Mengapa ada orang kaya dan orang miskin ?
·         Adanya orang kaya dan miskin dapat menimbulkan cara berpikir yang berbeda, seperti keinginan untuk mendapatkan hal yang diinginkan, keinginan untuk menjadi nomer satu, dan cara berfikiran yang pasrah terhadap nasib yang telah dijalani.
·         Dan adanya orang kaya dan orang miskin yaitu untuk saling membantu, yang kaya membantu yang miskin dengan bersedekah, atau menyediakan lapangan pekerjaan, dan jika orang miskin tidak ada maka orang kaya tidak dapat bersedekah karna semua orang sudah kaya.
  
5.      Mengapa orang suka menyatu dalam kelompok ?
·         Karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat menjalani kehidupan ini sendiri dan harus berinteraksi dengan manusia yang lainnya.
·         Dengan berkelompok mannusia dapat menyatukan keinginan mereka, dapat menyatuka kesamaan yang mereka miliki (kesamaan kepentingan, kesamaan keyakinan, kesamaan wilayah, kesamaan keturunan dan lain sebagainya).

6.      Apa yang menyebabkan manusia ada konflik, baik perorangan maupun kelompok ?
·         Manusia diciptakan memiliki kesamaan, tapi jugan memiliki perbedaan (perbedaan SARA, perbedaan tujuan, perbedaan pendapat dan lain - lain), karna perbedaan antara individu ataupun perbedaan kelompok itu yang menyebabkan terjadinya suatu masalah (konflik).

7.      Mengapa masyarakat tertentu cepat mengalami perubahan di bandingkan dengan lainnya?
·         Hal ini disebabkan karena faktor masyarakat itu sendiri, ada masyarakat yang terbuka dan mudah menerima perubahan. Dan ada masyarakat yang masih tertutup dan berpegang teguh kepada pendiriannya, sehingga sulit untuk menerima perubahan, dan dapat juga

 
Copyright 2009 Mohammad Faizun Adi Wijaya. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemesfree